Jumat, 30 November 2012

DEPENDENSY DAN NORMALISASI

Fungtional dependency/ketergantungan fungsional
  • FD menggambarkan Relationship/hubungan, batasan, keterkaitan antara atribut-atribut dalam relasi.
  • Suatu Attribute dikatakan functionally dependent pada yang lain jika kita menggunakan harga attribut tersebut untuk menentukan harga atribut yang lain.
  • Symbol yang digunakan untuk mewakili FD adalah -> dibaca secara fungsional menentukan
Notasi  A ->  B
A&B adalah atribut dari sebuah table. Berarti secara fungsional A menentukan B/ B bergantung pada A, jika dan hanya jika ada dua baris data dengan nilai A yang sama,maka nilai B juga sama.
Contoh :
Macam-macam dependency
Functional Dependency
  •  Full Fungtional Depedency : menunjukkan jika  terdapat atribut A dan B dalam suatu relasi, dimana: B memiliki ketergantungan fungsional secara penuh pada A ,  B bukan memiliki dependensi terhadap subset A
  • Partially dependency: merupakan ketergantungan fungsional, dimana beberapa atribut dapat dihilangkan dari A dengan ketergantungan tetap diptahankan, B memiliki dependensi terhadap subset A
  • Transitive dependency : Merupakan tipe fungtional dependensy, yaitu kondisi dimana A,B,C adalah attribute sebuah relasi dimana A-> B dan B->C, maka C dikatakan sebagai transitive dependensy terhadap A melalui B
NORMALISASI
Normalisasi adalah suatu proses untuk mendapatkan struktur table atau relasi yang efisien dan bebas dari anomaly, dan mengacu pada cara data item dikelompokkan ke dalam struktur record.
Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.
Mengapa dilakukan normalisasi?
  • Optimalisasi struktur-struktur table
  • Meningkatkan kecepatan
  • Menghilangkan pemasukan data yang sama
  • Lebih efisien dalam penggunaan media penyimpanan
  • Mengurangi redudansi(ganda)
  • Menghindari anomaly(insertion anomalies, delecion anomalies, upadate anomalies)
  • Integritas data yang ditingkatkan
Bentuk normalisasi yang biasa digunakan:
  • first normal form (1NF)
         Suatu keadaaan yang membuat setiap perpotongan baris dan kolom dalam relasi hanya berisi satu nilai. Didalam 1NF tidak diperbolehkan adanya:
  1. attribute yang bernilai banyak (Multivalued attribute)
  2.  Atrribute komposit atau kombinasi keduanya
  • second normal form (2NF)
       Bentuk normal 2NF terpenuhi dalam sebuah tabel jika telah memenuhi bentuk 1NF, dan semua atrribute selain primary key, secara utuh memiliki fungtional dependensy pada primary key.
      Sebuah tabel tidak memenuhi 2NF, jika ada atribute yang ketergantungannya (fungtional dependensy) hanya bersifat parsial saja (hanya tergantung pada sebagian dari primary key)
      Jika terdapat atribute yang tidak memiliki ketergantungan terhadap primary key, maka atribute tersebut harus dipindah atau dihilangkan
  • third normal form (3NF)
        Bentuk normal 3NF terpenuhi jika : 
  1. telah memenuhi bentuk 2NF
  2.  tidak ada atribute non primary key yang memiliki ketergantungan terhadap atribute non primary key yang lainnya(ketergantungan trnsitif)
  • boyce-codd  normal form (BCNF)
  • four normal form (4NF)
  • five normal form (5NF)    
Langkah-Langkah Normalisasi

Pemrosesan Query



Terdapat lima operasi dasar dalam aljabar relasional, yaitu:
1. Selection ( σ )
Selection / Select (σ ), adalah operasi untuk menyeleksi tupel – tupel yang memenuhi suatu
predikat, kita dapat menggunakan operator perbandingan (<,>,>=,<=,=,#) pada predikat. Beberapa
predikat dapat dikombinasikan menjadi predikat manjemuk menggunakan penghubung AND (
) dan OR ( ).

2. Projection ( π )
Projection / Project ( π ), adalah operasi untuk memperoleh kolom – kolom tertentu. Operasi
project adalah operasi unary yang mengirim relasi argumen dengan kolom – kolom tertentu. Karena
relasi adalah himpunan, maka baris – baris duplikasi dihilangkan.

3. Cartesian – product ( X, juga disebut sebagai cross product )
Cartesian-product ( X ), adalah operasi untuk menghasilkan table hasil perkalian kartesian.
Sintaks yang digunakan dalam operasi proyeksi ini adalah sebagai berikut :
R X S = {(x,y) | x
R dan yS}
Operasi cartesian-product memungkinkan kita mengkombinasikan informasi beberapa relasi,
operasi ini adalah operasi biner. Sebagaimana telah dinyatakan bahwa relasi adalah subset hasil
cartesian-product dan himpunan domain relasi – relasi tersebut. Kita harus memilih atribut – atribut
untuk relasi yang dihasilkan dari cartesian-product.

4. Union (
)
Union ( ), adalah operasi untuk menghasilkan gabungan table degan syarat kedua table
memiliki atribut yangsama, yaitu domain atribut ke-i masing – masing table harus sama. Sintaks yang
digunakan dalam operasi union ini adalah sebagai berikut :
R
S = {x | xR atau X S}
Operasi ini dapat dilaksanakan apabila R dan S mempunyai atribut yang sama sehingga
jumlah komponennya sama.

5. Set – difference ( - )
Set-difference ( -- ), adalah operasi untuk mendapatkan table pada suatu relasi, tapi tidak
ada pada relasi yang lainnya. Sintaks yang digunakan dalam operasi union ini adalah sebagai berikut :
R – S = { x | x
R dan X S}
Operasi ini dapat dilaksanakan apabila R dan S mempunyai atribut yang tidak sama yang
akan ditampilkan, artinya adalah atribut R yang tidak ada di S akan ditampilkan, sedangkan atribut
yang sama tidak ditampilkan.
6. Rename ( ρ )
Rename ( ρ ), adalah operasi untuk menyalin table lama kedalam table yang baru. Sintaks
yang digunakan dalam operasi union ini adalah sebagai berikut :
ρ [nama_table] (table_lama)

Kamis, 01 November 2012

TRANSFORMASI MODEL DATA

TRANSFORMASI MODEL DATA

Varian Entitas di bagi menjadi dua: 

Entitas lemah adalah  suatu entity yang manan keberadaannya tergantung dari keberadaan entity lain, pada entity lemah tidak memiliki atribut yang berfungsi sebagai key attribute

  Entitas Kuat adalah himpunan entitas yang dilibatkan dalam ERD, entitas kuat tidak memiliki ketergantungan dengan himpunan entitas lainnya

Contoh entitas

Agregasi

yaitu Menggambarkan himpunan relasi yang secara langsung menghubungkan sebuah himpunan entitas dengan sebuah himpunan relasi dalam ERD

Relasi terbentuk tidak hanya dari entitas tapi juga mengandung unsur relasi lain

Contoh Agregasi

 

 


TRANSFORMASI MODEL DATA KE BASIS DATA FISIK

Entity Relational direpresentasikan menjadi sebuah basis data secara fisik. Komponen ERD (himpunan entitas dan relasi) ditransformasikan menjadi tabel yang merupakan komponen utama pembentuk basis data.Atribut yang melekat pada masing-masing himpunan entitas  dan relasi akan dinyatakan sebagai field dari tabel yang sesuai

Transformasi Dasar 

Setiap himpunan entitas akan diimplementasikan sebagai sebuah tabel (file data)

Relasi dengan derajat Relasi 1-1 yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas yang direpresentasikan dalam bentuk penambahan / penyertaan atribut-atribut relasi ke tabel yang mewakili salah satu dari kedua himpunan entitas

Relasi dengan derajat relasi 1-N yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas, juga akan direpresentasikan dalam bentuk pemberian/pencantuman atribut key dari himpunan entitas berderajat 1 ke tabel yang mewakili himpunan entitas berderajat N. Atribut key dari himpunan entitas berderajat 1 menjadi atribut tambahan bagi himpunan entitas berderajat N.

Relasi dengan derajat relasi N-N yang menghubungkan 2 buah himpunan entitas, diwujudkan dalam bentuk tabel khusus yang memiliki field (tepatnya foreign key) yang berasal dari key-key dari himpunan entitas yang dihubungkannya.

Implementasi Himpunan Entitas Lemah dan Sub Entitas

Himpunan Entitas lemah dan sub entitas dalam diagram ER diimplementasikan dalam bentuk tabel sebagaimana himpunan entitas kuat. jika himpunan entitas kuat sudah dapat langsung menjadi sebuah tabel utuh/sempurna walaupan tanpa melihat relasinya dengan himpunnan entitas lain. Dan himpunann entitas lemah hanya dapat ditransformasikan menjadi sebuah tabel dengan menyertakan pula attribute key dari hasil implementasi himpunan entitas lemah.

 

 

Kamis, 04 Oktober 2012

SISTEM BASIS DATA 4

Model Data Relationship

merupakan kumpulan tabel berdimensi 2 ,dimana struktur dari tabel mirip dengan ER database

relasi : menunjukan hubungan antara sejumlah entitas yg berasal dari himpunan entitas berbeda

Basis Data Relational
baris disebut tuple,kolom disebut atribute,tabel disebut relation

**domain : kumpulan dari harga atomik yang bisa dimiliki oleh suatu kolom

**mendefinisikan domain
memberi nama domain
menentukan tipe
menentukan format domain

**Batasan-Batasan Integritas
Ditetapkan ketika schema didefinisikan dan dicek ketika relasi-relasi dimodifikasi

**Relation integritas rules
null :digunakan untuk menyatakan atau mengisi atribut-atribut nilai yang belum ada.
entity integrity : tidak ada  komponen primary key yang bernilai Null
referential integrity : garis yang menghubungkan tabel satu dengan lainnya

latihan 1
candidate key
accoun=acoun number dan balance
branch= branch name, branch city dan asset
customer : customer name, customer street dan coustemer city.
loan=loan number dan amount

primary key
account=acount number
branch=branch name
coustemer= coustomer name
loan=loasn number

latihan 2

tabel :


















candidat key
siswa: nis,nama,kelas
pelajaran :kode,nama pelajaran guru
guru : nip nama guru

primary key
siswa : nim
pelajaran : kode
guru : kode

diagram :

Kamis, 27 September 2012

SISTEM BASIS DATA 3

Model Data Relational dan Diagram E-R

Pada kali ini, kita akan membahas sistem basis data tentang model data dan diagram E-R. Perancangan basis data relational merupakan diagram yang menggambarkan hubungan relationship antar entitas. Perancangan basis data relational dipakai untuk menggambarkan data dalam bentuk entity, atribut atau relasi.
Terdapat 3 komponen dalm konseptual diagram diantaranya itu entity, relationship, atribut. komponen model konseptual diagram E-R : 
  1. Entity : obyek manual yang harus dikelola. Obyeknya dapat berupa orang, tempat, benda, konsep dll. Disini, suatu entity itu harus mempunyai suatu konsep yang jelas dan pasti hingga mudah untuk membedakan suatu entity dengan entity yang lain (ex: entity murid). Tipe entity diberi simbol kotak dan  diberi label tipe entity lainnya. Biasanya dinyatakan dengan benda dan harus berbeda dengan tipe entity lainnya yang terdapat pada basis data.
  2. Atribut : suatu karakteristik dari sebuah entity, berisi informasi yang diperlukan untuk suatu interaksi dengan entity serta dapat membantu mengidentifikasikan entity. Isi atribut itu merupakan nilai dari atribut itu sendiri, setiap atribut itu mempunyai himpunan nilai atribut atau sering disebut domain. Atomic adalah merupakan suatu tipe data yang tidak dapat dibagi lagi. Tipe data disebut komposit apabila atribut merupakan gabungan antara 2 atau lebih atribut. Setiap entity harus mempunyai atribut sebagai prmary key.
  3. Relathionship : hubungan yang terjadi anatara entity satu dengan yang lainnya. Relationship boleh mempunyai atribut atau tidak, cardinality relationship menjelaskan hubungan satu entity dengan entity lainnya. cardinality one to one merupakan suatu cardinalitas dimana entitas A berelasi dengan entitas B. cardinality one to many, salah satu kardinalitas dimana suatu entitas pada A berelasi dengan banyak entitas di B.

Minggu, 16 September 2012

Sistem Basis Data II

Basis Data

Pengertian Data Dan Informasi 

Data adalah bagian dalam informasi atau fakta mentah yang belum diolah untuk mempunyai makna.
Informasi adalah hasil pemrosesan data yang yang sudah mempunyai informasi yang bermanfaat.

Sedangkan pengerian dari Basis Data adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan bersama dalam media penyimpanan tertentu.

Tujuan dari Basis Data Adalah :

1.       Keamanan
2.       Kecepatan dan Kemudahan
3.       Efisiensi ruang penyimpanan
4.       Kebersamaan pemakaian
5.       Menangani data yang dalam jumlah yang besar
6.       Meniadakan manipulasi data
k
       Komponen dalam Basis Data :

  •        Komponen-komponen dalam basis data meliputi :
  •        Hardware : perangkat komputer yang standar,media penyimpan sekunder dan media komunikasi        jaringan.
  •       Operating Sistem : software yang dapat melakukan operasi dasar pada komputer.
  •       Database : basis data yang mewakili sistem untuk dikelola ,yang terdiri dari lebih dari satu basis data.
  •       DBMS : software untuk mengelola basis data.
  •       User : orang yang berinteraksi dengan basis data,mulai dari yang merancang sampai menggunakan di tingkat akhir.
  •       Optional Software : perangkat lunak opsional yang mendukung basis data,bersifat opsional.

    Apa itu DBMS?

    DBMS berfungsi sebagai pengelola basis data.Yang dirancang untuk melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumlah yang besar.Dapat juga untuk memanipulasi data lebih mudah.Kumpulan program yang memungkinkan user ,untuk membuat dan memelihara basis data.
\
     Bahasa Basis Data
 
      DBMS merupakan sistem yang mengenal bahasa basis data. Dimana bahasa basis data itu merupakan bahasa yang dipakai oleh pengguna untuk berkomunikasi ataupun berinteraksi dengan DBMS yang bersangkutan.
      Contohnya : SQL, dBase, QUEL, dsb
      Bahasa basis data itu dibagi menjadi 3, yaitu :
  •       Data definition language (DDL: dengan bahasa DDL kita dapat membuat tabel baru, membuat indeks, mengubah tabel, menentukan struktur penyimpanan tabel, dsb.
  •       Data Manipulation Language (DML) dapat memanipulasi dan pengambilan data pada basis data, berupa : penyisipan atau penambahan data baru, penghapusan data, pengubahan data.
  •       Data Control language (DCL)merupakan sub bahasa untuk mengendalikan struktur internal basisdata, DCL untuk menyesuaikan sistem agar supaya lebih efisian dan DCL sangat bergantung pada vendor.






Senin, 10 September 2012

Sistem Basis Data

  Sistem Basis Data

• Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user. • Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data. • Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari pengaturan data dengan menggunakan basis data adalah : • Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang. • Kemudahan pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki terhadap data yang ditangani. • Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem. • Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.


Keuntungan Dan Kerugian Sistem Basis Data

Kerugian system basis data :
  • Timbulnya data rangkap
  • Kesulitan mengakses data
  • Masalah keamanan
  • Data dependence
  • Data terisonr
  • Mahal
Keuntungan system basi data :
  • Terkontrolnya data rangkap
  • Terpeliharanya keselarasan data
  • Data dapat dipakai secara bersamaan
  • Dapat diterapkan standarisasi
  • Keamanan data terjamin
  • Data independence